Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mencatatkan capaian signifikan dalam upaya perlindungan kesehatan anak melalui program imuniasai rutin.
Hingga penghujung 2025, angka cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan Imunisasi Baduta (bayi di bawah dua tahun) tercatat telah melampaui target yang ditetapkan oleh Pusat Data dan Informasi ( Pusdatin) Kemenkes RI.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraini mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun melalui aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku) hingga 18 Desember 2025, capaian IDL telah menyentuh angka 129% dan IBL mencapai 128%.
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga kesehatan dan kader di lapangan. Angka ini menunjukkan bahwa sistem kita bekerja dengan baik. Bahkan, jika merujuk pada validasi manual melalui Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) hingga November 2025, capaian kita lebih tinggi lagi, yakni IDL sebesar 143% dan IBL 134%," jelasnya.
Tingginya angka persentase yang melampaui 100 persen tersebut mengindikasikan bahwa Dinkes Kota Tangerang tidak hanya berhasil memenuhi target sasaran proyeksi Pusdatin, tetapi juga sukses melakukan penyisiran terhadap anak-anak pendatang atau warga nondomisili yang tinggal di Kota Tangerang.
"Capaian yang melampaui target ini adalah bukti nyata komitmen Kota Tangerang dalam membentuk kekebalan kelompok bagi generasi masa depan. Kami memastikan bahwa setiap anak yang berada di wilayah Kota Tangerang, tanpa memandang status domisili, medapatkan hak mereka untuk terlindungi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)," tambah dr. Dini.
Lebih lanjut ia menjelaskan, perbedaan angka antara sistem digital ASIK dan manual PWS terus diminimalkan melalui proses sinkronisasi data yang berkelanjutan. Ia mengimbau kepada seluruh orang tua untuk tetap proaktif memeriksa buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) guna memastikan buah hatinya sudah mendapatkan imunisasi yang lengkap dan sesuai jadwal.
"Keberhasilan ini diharapkan dapat terus dipertahankan guna menjaga status Kota Tangerang sebagai wilayah dengan risiko penularan penyakit menular yang rendah, sekaligus mendukung program nasional dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2045," tutupnya.