Kamis, 6 Februari 2020 12:02 WIB
Siang Malam, Posko Kesehatan Mobile Dikerahkan Dinkes
Siang Malam, Posko Kesehatan Mobile Dikerahkan Dinkes
Siang Malam, Posko Kesehatan Mobile Dikerahkan Dinkes
Siang Malam, Posko Kesehatan Mobile Dikerahkan Dinkes
Siang Malam, Posko Kesehatan Mobile Dikerahkan Dinkes

Memastikan kesehatan seluruh korban banjir di Kota Tangerang setiap harinya. Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah membuka Posko Kesehatan Mobile atau bergerak. 

Kepala Dinkes, Dr Liza Puspadewi menuturkan posko kesehatan mobile dikerahkan untuk mengecek kesehatan para pengungsi yang mungkin enggan atau malas ke posko. Siang Malam, Posko kesehatan Mobile dikerahkan, bergerak berpindah-pindah pengungsian atau titik banjir mana yang belum surut. Posko ini bisa menagani 30 hingga 50 pasien setiap titiknya.   

"Bisa juga mereka karena lelahnya, sampai sudah tak merasa sakit atau merasa baik-baik saja. Padahal mungkin mereka butuh asupan vitamin. Terlebih mereka anak-anak, Posko Kesehatan Mobile ini lah yang bertugas memastikan langsung kondisi para pengungsi," ungkap Dr Liza, Kamis (6/2/20). 

Ia menuturkan, ada delapan Posko yang dibangun Dinkes. Tersedia lima petugas kesehatan yang standby 24 jam, dengan pembagian tiga shift. Ditegaskan Dr Liza, dalam kondisi banjir ini, kesehatan dalam kondisi Siaga 1, mulai dari Kepala Kesehatan hingga satpam. 

"Dengan itu, kami mengerahkan 50 petugas kesehatan Puskesmas dan 50 petugas kesehatan RS. Semua obat dan kebutuhan alat medis sudah tersedia. Kami terus berjuang menjaga kesehatan para warga," tegasnya. 

Diketahui, Petugas Kesehatan difokuskan di Kecamatan Periuk, melalui Puskesmas Gembor, Sangiang dan Periuk. Sedangkan Puskesmas Jatiuwung sudah disiapkan menjadi petugas kesehatan ring dua, dengan perbantuan Puskesmas Pabuaran Tumpeng, Manis Jaya dan Bugel. 

“Jika masih kurang juga, Puskesmas Cibodas dan wilayah tengah juga sudah kami siapkan. Dengan begini tidak ada tugas wilayah, semua turun secara keroyokan, untuk melayani masyarakat, memastikan dan terus menjaga kesehatan seluruh warga terdampak banjir,” katanya. 

Diketahui, Dinkes mendata ada 73 pasien mengalami dermatis, 62 pasien ISPA, 53 pasien sakit kepala, 24 pasien myalgia, 10 pasien radang lambung, dan satu orang diare




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!