Rabu, 9 Agustus 2017 00:00 WIB
Dua Pekan, Pedagang Pohon Panjat Pinang Raup Rp 17 Juta
Dua Pekan, Pedagang Pohon Panjat Pinang Raup Rp 17 Juta
Dua Pekan, Pedagang Pohon Panjat Pinang Raup Rp 17 Juta

Momen HUT kemerdekaan RI bukan saja mempunyai nilai sakral bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Akan tetapi juga mempunyai peluang ekonomis bagi yang cerdas melihat celahnya.

Mulai dari tukang dari bendera, hingga para penjual pohon untuk kegiatan panjat pinang mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari bulan kemerdekaan ini.

Peluang itu pulalah yang ditangkap oleh Robi (32) dan Wili Wardani (24).

Warga RT 02/05, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang ini beralih sejenak dari profesi tetapnya sebagai tukang ojek pangkalan di Jalan bundaran jalan Pinang-Kunciran (Pikun) sejak awal Agustus ini.

Keduanya kini memilih 'berbinis' musiman sebagai pembuat pohon panjat pinang. "Sudah sejak 1 Agustus kemarin saya bikin pohon panjat pinang ini," ujar Robi saat ditemui di lokasinya, Selasa (8/8/2017) pagi.

Meski untuk kegiatan panjat pinang, namun ada dua jenis yang dibuat keduanya. Satu yang memang berasal dari pohon pinang, sedangkan satu lagi menggunakan batangan bambu. "Kalau yang menggunakan pohon pinang, tingginya 10 meter, tapi kalau bambu itu panjangnya 5 meter saja dan biasanya dipergunakan oleh anak-anak," ujarnya.

Untuk kedua jenis pohon panjat pinang ini, Robi mengaku mematoknya dengan tarif berbeda. Pohon yang berasal dari pinang dibanderol dengan harga Rp 1.500.000, sedangkan pohon panjat pinang dari bambu dipatok dengan Rp 500 ribu saja.

"Untuk yang dari pohon pinang saya buat 15 batang, kalau untuk dari bambu itu cuma 5 batang," ujarnya. Hebatnya, pohon-pohon untuk panjat pinang ini sudah laku semua, bahkan sebagian sudah ada yang membayar di awal.

"Tinggal kita anterin, paling lambat tanggal 14 Agustus ini lah. Yang beli sih enggak jauh-jauh amat, ada yang dari Jombang (Pondok Aren Tangsel), lalu ada dari Moderaland, mereka udah pesen jauh-jauh hari," ucapnya. Dari bisnis musiman ini, Robi pun mengaku sudah bisa membeli kendaraan bermotor meski masih motor bekas.

Padahal modal awal keduanya tidak kurang dari Rp 3 juta untuk membeli bambu dan pohon pinang dari Jasinga (Bogor) "Kalau dihitung dapat berapa, tinggal kalikan saja.

Yang harga Rp 1,5 juta itu ada 10 batang, lalu yang bambu yang harga gope itu lima batang, kurang lebih Rp 17,5 jutaan lah," ucapnya seraya tersenyum simpul




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!