Senin, 6 Maret 2017 00:00 WIB
Hebat.. Kecap Benteng  khas Tangerang Sudah Dikelola Generasi Ke empat
Hebat.. Kecap Benteng  khas Tangerang Sudah Dikelola Generasi Ke empat
Hebat.. Kecap Benteng  khas Tangerang Sudah Dikelola Generasi Ke empat

Bagi masyarakat di kota Tangerang khususnya siapa yang tak mengenal dengan kecap Benteng cap SH. Produksi kecap legendaris yang berlokasi di Jalan Saham RT 05/06 Kelurahan Sukasari, Kecamatan Kota Tangerang, atau sekitar 1 kilometer dari kawasan Pasar Lama ini masih sangat digemari dan eksis hingga kini.

Kecap yang berdiri sejak tahun 1920 tersebut, sekarang dikelola oleh Latif Sukaryadi generasi ke empat dari pemilik sekaligus pendiri pabrik kecap Benteng cap SH, Lo Tjit Siong. "Saya sudah generasi ke empat. Berdiri tahun 1920," ungkap Latief

Ditanya soal proses pembuatan kecap ini, Latief enggan berkomentar karena itu jadi rahasia perusahaan. "Kalau resep kecap bisa seperti sekarang ini itu jadi rahasia kami, turun temurun," jelasnya singkat.

Kecap Benteng cap SH ini juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Tangerang, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Tangerang seperti situs-situs cagar budaya di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang dan sekitarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini produk kecap Benteng cap SH hanya banyak melayani pesanan, atau tidak memproduksi secara massal seperti kecap-kecap merek terbaru yang tersebar di minimarket dan toko-toko swalayan. Yang paling unik dari kecap Benteng cap SH ini adalah melayani kemasan isi ulang.

"Kalau produksinya, kita hanya melayani pesanan saja," katanya.

Kemasan kecap ini juga sudah mengikuti kemasan produk kecap masa kini. Selain menggunakan botol kaca, ada juga dengan kemasan botol plastik berbagai ukuran, dan kemasan sachet. Untuk harga kemasan botol kaca dengan ukuran 620 ml, per kardus dibanderol dengan harga Rp210 ribu. Satu dus berisi 12 botol kecap. Kecap dengan ukuran botol plastik kecil perdusnya Rp50 ribu, dengan jumlah per kardus 12 botol.

Sedangkan untuk harga kecap Benteng cap SH sachet, satu bungkusnya dipatok dengan harga Rp6 ribu berisi berisi 20 sachet.

Endi salah seorang pedagang bubur di pasar anyar mengaku sudah memakai kecap benteng cap SH selama 10 tahun. " Rasa kecapnya beda mas dengan yang lain, ada ke khasannya dan pembeli saya sudah cocok, pernah saya ganti ke merek lain tapi kok rasanya ke dagangan saya jd gak pas," tuturnya sambil tersenyum.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!