Kamis, 5 Januari 2017 00:00 WIB
Mensos Kunjungi Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang
Mensos Kunjungi Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang
Mensos Kunjungi Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang
Mensos Kunjungi Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang
Mensos Kunjungi Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang
Mensos Kunjungi Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang
Mensos Kunjungi Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang

Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi dua anak yang ditinggal kedua orang tuanya, yaitu Marcel (3,5) dan Soni (14), di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang, Jalan Iskandar Muda No.1, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (5/1).

Setibanya di rumah singgah, Khofifah bergegas langsung masuk ke ruangan tempat dirawatnya Marcel dan Soni.

Khofifah yang turut didampingi oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Kepala Dinas Sosial, Rachmat Hadis, Kepala Dinas Kesehatan, Liza Puspadewi, pun langsung memulai perbincangannya dengan Soni (14), kakak dari Marcel, yang selama ini mengurus sang adik selepas ditinggal pergi orangtuanya.

Khofifah menanyakan sejumlah hal diantaranya seputar kehidupan mereka sehari-hari saat dirinya mengasuh Marcel.

“Suka beli makan di mana?” tanyanya.

“Beli di warung bu,” kata Soni.

“Adiknya disuapin sama Soni?” lanjut Khofifah.

“Iya saya suapi,” jawab Soni.

Di tengah perbincangan, Marcel yang tengah tertidur terbangun. Khofifah pun langsung menggendong untuk menenangkan Marcel.

“Apa mainan kesukaan Marcel,?” tanyanya lagi.

“Mainan bola-bola plastik,” jawab Soni.

“Mana sini bawa bola-bolanya,” serunya kepada stafnya, yang kebetulan membawa beberapa hadiah untuk mereka berdua, diantaranya berupa mainan bola.

Marcel pun bermain dengan bola plastik kecil warna-warni yang ditaruh di atas tempat tidur, sambil dipangku Khofifah.

Selepas berbincang dengan Soni, Khofifah menyampaikan beberapa hal dihadapan para awak media yang sudah menunggunya diluar.

Menurutnya, setelah melihat kondisi keduanya, Soni dalam kondisi sehat, Marcel membutuhkan penanganan lebih lanjut, seperti terapi untuk fisiknya, agar fungsi motoriknya semakin baik. Namun jika melihat kondisi awal saat ditangani Dinas Kesehatan Kota Tangerang sejak Mei 2015, kondisi fisiknya yang saat itu lemah, saat ini sudah jauh lebih baik.

“Kami perlu tingkatkan lagi kondisi kesehatannya. Akan dilakukan diagnosa lanjutan, guna mengetahui tindakan medis yang tepat bagi Marcel,” tuturnya.

Dirinya sudah berbincang dengan wakil wali Kota Tangerang, Kadinsos dan Kadinkes, jika memang diizinkan, Marcel akan kami rawat lebih lanjut dan kemungkinan akan dirawat di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur. Khofifah menambahkan, dari pembicaraannya dengan Soni, dia menginginkan tinggal bersama ibunya dan ingin kembali sekolah.

“Nanti akan dilakukan mediasi dengan ibunya, untuk mengembalikan Soni dan Marcel, karena sesuai aturan pada undang-undang perlindungan anak, prioritas pengasuhan itu berada pada orang tua,” katanya.

Yang penting, bagaimana kita memenuhi kebutuhan anak, yang terbaik bagi mereka, bukan bagi kita. Soni ingin melanjutkan sekolah dan tinggal dengan ibunya, ya sesegera mungkin kita upayakan. “Kami juga ucapkan terima kasih atas penanganan dilakukan Pemkot Tangerang selama ini kepada Soni dan Marcel,” ucapnya.

Sementara itu, Sachrudin menyampaikan, Marcel ditemukan saat usia 1,5 tahun. Dalam kondisi kesehatan yang lemah. Kami rawat dan ditangani oleh pihak Rumah Sakit Ar-Rahmah sampai kondisinya membaik.

Ditanya wartawan terkait akan ditangani lebih lanjut oleh Kemensos, dirinya mengatakan, mungkin itu yang terbaik. Seperti yang telah disampaikan oleh Bu Khofifah, pada prisnsipnya bagaimana memberikan kebutuhan yang terbaik bagi anak dan mereka dapat tertangani dari segala persoalannya. Di mana Soni dapat kembali melanjutkan sekolahnya, Marcel yang membutuhkan perawatan seperti fisioterapi, mudah-mudahan dapat tertangani semuanya.

“Rencananya kapan akan dilakukan mediasi dengan orang tuanya” tanya salah satu wartawan.

“Secepatnya akan dilakukan mediasi bersama Kemensos serta orang tuanya, karena Soni inginnya kan dengan orang tua, ” jawab Sachrudin.

Kadinsos Kota Tangerang, turut menambahkan, sementara ini pihaknya tengah merawat Soni dan Marcel di rumah singgah untuk pemulihan. Dengan bantuan para tenaga medis dari Dinkes Kota Tangerang.

Rachmat Hadis menuturkan, selama dalam perawatannya di rumah singgah. Tentunya kami akan upayakan yang terbaik bagi keduanya. Mereka akan dipantau oleh tim dokter dari Dinkes Kota Tangerang dan para relawan sosial. Di mana segala kebutuhannya seperti makanan, minuman, serta pakaian, dipenuhi sebaik mungkin.

Sebagai informasi, ayah Marcel dan Soni sudah meninggal dunia. Ibu mereka menikah lagi dan hanya membawa anak nomor dua dan tiga. Marcel dan Soni ditinggalkan di rumah di Perumahan Bugel Mas Indah Blok D2 Nomor 15, Tangerang bersama seorang bibinya yang belum lama ini didiagnosa mengalami gangguan mental. Kini ditangani di rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan secara medis.

Soni akhirnya harus putus sekolah demi mencari nafkah untuk menghidupi diri dan adiknya. Kondisi rumah mereka tanpa listrik, tampak kotor dan kurang terawat. Melihat kondisi yang tak baik untuk kehidupan keduanya, pihak Dinsos Kota Tangerang pun memindahkan keduanya ke rumah singgah Dinsos Kota Tangerang untuk sementara waktu.

Tangerang, 5 Januari 2017

<div tabindex="0" data-tooltip="Sembunyikan konten yang diperluas">

<div id=":vn" tabindex="0" data-tooltip="Sembunyikan konten yang diperluas">Kepala Bagian Humas

<div dir="ltr"><div dir="ltr">

H. Felix Mulyawan

Nip :196410011992021001




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!