Puskesmas Tajur melangsungkan kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC yang diintegrasikan langsung dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program jemput bola nasional dari Kementerian Kesehatan ini, digelar secara proaktif dengan menyasar 100 orang warga di wilayah kerja Puskesmas Tajur guna mendeteksi dini kasus Tuberkulosis sekaligus memantau kondisi kesehatan umum masyarakat.
Melalui sinergi ini, para peserta yang menjadi sasaran dapat mengakses layanan edukasi, skrining TBC, hingga pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular di satu lokasi tanpa dipungut biaya.
Kepala Puskesmas Tajur dr. Feri Ferdiansyah menyampaikan, langkah jemput bola dengan target 100 sasaran ini merupakan upaya nyata mendekatkan pelayanan medis berkualitas agar potensi masalah kesehatan dapat terdeteksi sejak awal.
"Melalui skema terintegrasi dengan sasaran 100 orang ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya terlindungi dari penularan TBC, tetapi juga mengetahui kondisi kesehatan umumnya secara menyeluruh. Pendeteksian dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," ujar dr. Fery.
Menurutnya, Puskesmas Tajur menyediakan layanan kesehatan komprehensif mulai dari edukasi, skrining TBC menggunakan aplikasi Ransel TBC yang ditindaklanjuti pemeriksaan TCM dan Mantoux, hingga Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk penyakit tidak menular.
Selain itu, penderita maupun warga berisiko akan mendapatkan Terapi Pencegahan TBC (TPT) serta pendampingan pengobatan intensif sampai sembuh.
"Bagi warga yang teridentifikasi positif TBC dari hasil pemeriksaan ini, Puskesmas Tajur siap memberikan penanganan medis penuh dan pendampingan pengobatan secara intensif hingga pasien dinyatakan sembuh total," tegasnya.
Puskesmas Tajur mengimbau, seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan memanfaatkan momentum pemeriksaan gratis ini demi mewujudkan lingkungan yang sehat, produktif dan bebas dari TBC.