Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi membuka gelaran Pekan Olahraga Seni dan Budaya (Porseni) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Tangerang tahun 2026. Pembukaan ajang tahunan yang berlangsung di GOR Tangerang, Senin (20/7/26) ini menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk mengasah minat, bakat, serta membentuk karakter unggul melalui kompetisi yang sportif.
Porseni SMP tahun ini berlangsung dengan antusiasme luar biasa, melibatkan lebih dari 50 SMP negeri maupun swasta di lingkup Kota Tangerang. Menariknya, konsep acara ini mengusung semangat kolaborasi penuh dari siswa. Mulai dari peserta, pengisi acara hingga jajaran panitia pelaksana digerakkan langsung oleh para pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, ajang ini dirancang sebagai wadah pencarian talenta terbaik dari anak-anak di Kota Tangerang. Menurutnya, talenta merupakan kunci dari keberhasilan dalam mengelola sumber daya manusia.
"Ajang ini betul-betul dari mereka, oleh mereka dan untuk anak-anak kita semuanya. Ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk membentuk karakter anak agar belajar tentang arti kerja sama, kekompakan dan persaudaraan," kata Wahyudi.
Melalui ajang ini, kemampuan dan kemauan anak diselaraskan dalam sebuah titik keseimbangan, sehingga cita-cita kita untuk mewujudkan sumber daya manusia yang tangguh dan berkarakter bisa diwujudkan. Jadi tidak cuma sehat dan pintar, tapi juga berkarakter.
"Porseni 2026 menyuguhkan berbagai cabang perlombaan yang variatif, mulai dari bidang olahraga hingga seni budaya. Pada sektor seni dan budaya, kompetisi dimeriahkan dengan perlombaan tradisional seperti pantun battle dan lomba tari tradisional untuk melestarikan kearifan lokal," ujar Wahyudi.
Sementara itu, Wakil Ketua IIII Perbasi Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menuturkan, ajang Porseni tahun ini melibatkan kurang lebih 160 tim SMP yang bertanding di cabang olahraga basket. Ia berharap, ajang ini menjadi momentum pembinaan yang berkelanjutan untuk melahirkan atlet berbakat.
"Melalui ajang positif seperti ini, anak-anak dapat terhindar dari kenakalan remaja, tawuran, bahaya narkoba, maupun pergaulan bebas. Mereka bisa fokus mengukir prestasi pada cabang olahraga yang mereka cintai," tegas Boyke.
Menurutnya, Porseni terbukti menjadi keran utama penjaringan bibit unggul daerah. Hal ini tercermin dari kesuksesan Porseni tahun lalu yang berhasil mengantarkan atlet-atlet muda bertalenta melaju ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) hingga Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), serta sukses menyumbangkan medali emas dan perunggu.
"Melalui semangat Porseni 2026, seluruh peserta diimbau untuk selalu menjunjung tinggi fair play, sportivitas dan kekompakan tim. Diharapkan, momentum ini mampu membawa nama cabor basket dan seni budaya Kota Tangerang semakin berjaya dan berkibar, baik di tingkat Provinsi Banten maupun di kancah nasional," tutupnya.