Minggu, 07 Juni 2026
Tangerang, oC

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemkot Tangerang Gerakkan 500 Sekolah Adiwiyata dalam Aksi Sedekah Sampah di CFD.

Minggu, 07 Juni 2026 11:24 WIB
129
Share
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Wawan Fauzi (topi hitam). (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Momen Car Free Day (CFD) di Tugu Adipura Kota Tangerang pada Minggu (7/6/2026) tampil berbeda dari biasanya. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyulap kegiatan rutin tersebut menjadi aksi nyata penyelamatan lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026.

 

Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, CFD kali ini menjadi ruang kolaborasi besar yang melibatkan ratusan sekolah serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Kota Tangerang. Menariknya, semarak aksi lingkungan ini tidak hanya berpusat di Tugu Adipura saja, melainkan dilaksanakan secara serentak di 13 kecamatan di seluruh wilayah Kota Tangerang.

 

"Selain kegiatan CFD rutin untuk menguji emisi dan memantau kondisi udara, hari ini spesial karena menjadi rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kami melakukan penimbangan hasil pengumpulan bank sampah dari sekolah-sekolah Adiwiyata," ujar Wawan di lokasi acara.

 

Wawan menambahkan, antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat ada sekitar 500 sekolah Adiwiyata yang terlibat aktif membawa hasil pilahan sampah mereka ke lokasi CFD untuk ditimbang dan disedekahkan. Bagi sekolah maupun masyarakat yang aktif melakukan sedekah sampah, mereka langsung diapresiasi dengan hadiah tanaman produktif seperti tomat, terong dan cabai, hasil kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan guna mendukung program Ketahanan Pangan Nasional.

 

Gerakan ini diawali dari imbauan Wali Kota Tangerang melalui surat edaran agar sekolah-sekolah melakukan Gerakan Indonesia Asri sejak Jumat. Hasil kerja bakti dan pemilahan sampah di sekolah itulah yang kemudian dibawa ke lokasi CFD hari ini.

 

"Tujuannya untuk mengedukasi dari tingkat rumah tangga dan sekolah agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan. Ini sangat penting untuk mengurangi beban TPA kita yang kondisinya sudah hampir penuh," tambah Wawan.

 

"Bumi ini tempat tinggal kita, kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Semoga lewat aksi ini sekolah dan bumi kita tetap terjaga serta terbebas dari polusi,” terangnya.

 

Manfaat nyata dari program ini pun dirasakan langsung oleh warga sekolah. Salah satunya diungkapkan oleh Yuyun Heriana, guru dari SMP Negeri 21 Kota Tangerang, yang hadir langsung membawa sampah anorganik hasil pilahan siswa-siswinya.

 

"Kami dari pihak sekolah sangat antusias mendukung acara ini karena ada program sedekah sampah. Di sekolah, anak-anak sudah diajarkan memilah antara sampah organik dan anorganik," kata Yuyun.

 

Menurut Yuyun, sampah berupa plastik dan kardus yang terkumpul di sekolah sengaja dipisahkan untuk disumbangkan ke acara CFD ini. Ia berharap kegiatan edukatif seperti ini bisa terus berlanjut demi masa depan bumi yang lebih bersih.