Kamis, 4 Februari 2016 00:00 WIB
Lumintu Hiasi Industri Kreatif di Kota Tangerang
Lumintu Hiasi Industri Kreatif di Kota Tangerang
Lumintu Hiasi Industri Kreatif di Kota Tangerang

Industri kreatif merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi di Indonesia. Berbagai industri kreatif sudah mulai banyak ditemui diberbagai daerah, seperti salah satunya di Kota Tangerang. Industri kreatif ini dimulai dari Usaha Kecil Menengah atau UKM sampai ke Usaha Besar.

Salah satu UKM yang berkecimpung di dunia kreatif di Kota Tangerang adalah Pondok Kreasi Daur Ulang Lumintu. UKM yang berada di Jln Hasyim Ashari - Gang Kemuning No. 17 Rt. 001/05 Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatab Pinang, Kota Tangerang ini menyajikan berbagai karya anyaman berbahan limbah sampah.

Seperti kepanjangan LUMINTU Yaitu "Lumayan Itung-Itung Nungu Tutup Usia" Pondok Kreasi Daur Ulang Lumintu ini merekrut masyarakat sekitar yang sudah lanjut usia. Terhitung sudah 40 Lansia yang menganyam di usaha yang berdiri sejak tahun 1998 ini.

Usaha ini dimulai dari keterpurukan Slamet Riyadi setelah di PHK salah satu SPBU di Jakarta. Sampai suatu saat Slamet berinisiatif untuk membuat kerajinan berbahan dasar limbah.

"Inisiatif tersebut dilakukan atas dasar kepekaan bapak melihat banyak limbah yang masih bisa didaur ulang menjadi barang berdayaguna dan bernilai ekonomi," jelas Aulia(30), anak sekaligus asisten Slamett

Slamet awalnya menjual produknya dengan cara berkeliling ke berbagai tempat. Lambat laun usaha Slamet berkembang dan mulai terkenal. Slamet pun merekrut beberapa lansia yang biasa menganyam.

Ada berbagai macam barang yang dihasilkan lumintu, diantaranya adalah tiker, tas, dompet dan sebagainya. Beberapa barang ini dibuat dari berbagai macam bahan, seperti dari limbah kain, pelastik, maupun almunium.

Aulia menjelaskan sedikit mengenai kegiatan lansia di UKM Lumintu ini. Ia mengatakan bahwa masyarakat Lansia yang ada disekitar menyambut antusias keberadaan usaha ini. Tak jarang para lansia merasa gundah ketika penjualan sepi. Bukan karena uang, melainkan menjadi berkurangnya kegiatan menganyam yang dilakukan.

"Kalo lagi pada rame, pada berebutan yang mau mengerjakannya. Kadang malah ada yang tidak kebagian . Kadang para lansia malah gelisah sendiri kalo tidak ada kerjaan. Soalnya kan jadi tidak ada kegiatan" Ujarnya lagi.

Dalam hal ini Aulia juga berharap agar masyarakat tidak malu untuk menggunakan produk daur ulang karena selain dapat tampil beda, produk daur ulang juga membantu mengurangi sampah yang akan sampai ke TPA. (dini)




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!