Kamis, 02 April 2026
Tangerang, oC

Tak Cuma Predikat, Maryono: KLA Harus Dirasakan di Tengah Masyarakat

Kamis, 02 April 2026 15:30 WIB
61
Share
Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan hadir sekaligus membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak yang digelar di Gedung Cisadane Kota Tangerang, Kamis, (02/04/2026). (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Anak-anak merupakan investasi paling berharga bagi masa depan bangsa dan daerah. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga penentu arah kemajuan di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA),di Aula Lantai 4 Gedung Cisadane, Kota Tangerang, Kamis (02/04/2026).

“Pembangunan kota tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.

Maryono menegaskan, KLA merupakan komitmen moral bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya secara utuh, mulai dari hak hidup, tumbuh dan berkembang, perlindungan, hingga partisipasi.

Ia juga menekankan, pemenuhan hak anak bukan tanggung jawab satu perangkat daerah saja, melainkan kerja kolektif seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

“Isu seperti stunting, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penyediaan ruang bermain ramah anak harus ditangani secara terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak, khususnya perangkat daerah terkait, menjadi kunci agar pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur berjalan selaras dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, Maryono juga mengajak semua pihak untuk terus adaptif dan inovatif dalam menghadirkan solusi terbaik bagi anak-anak di Kota Tangerang.

Selain itu, ia menekankan pentingnya evaluasi yang jujur dan menyeluruh terhadap 24 indikator KLA yang terbagi dalam lima klaster. Ia mengingatkan agar tidak hanya fokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan dampak nyata di lapangan.

“Sistem perlindungan anak harus berjalan hingga tingkat RT dan RW. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, perundungan, maupun eksploitasi anak di Kota Tangerang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maryono, juga mengapresiasi capaian Kota Tangerang yang telah meraih enam penghargaan KLA sejak 2017 hingga 2023, serta kembali meraih kategori Nindya pada tahun 2025.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan pengingat bahwa masih ada pekerjaan besar, terutama dalam memastikan pemerataan kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak di seluruh wilayah.

“Kita ingin Kota Tangerang bukan hanya disebut sebagai KLA, tetapi benar-benar dirasakan layak oleh setiap anak hingga ke lingkup terkecil,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Maryono berharap rapat koordinasi ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret, inovatif, dan berdampak nyata. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus melangkah dengan kepedulian, komitmen, dan semangat inovasi demi masa depan anak-anak yang lebih baik.

“Karena masa depan anak-anak kita bukan hanya untuk dipikirkan, tetapi untuk kita perjuangkan bersama,” tutupnya.