Minggu, 15 Februari 2026
Tangerang, oC

Karnaval Seni dan Budaya HUT ke-33 Kota Tangerang, Sekda: Perkuat Identitas dan Semangat Kebersamaan

Sabtu, 14 Februari 2026 19:45 WIB
27
Share
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, bersama Tokoh Agama , Forkopimda turut hadir wakil ketua TP PKK Kota Tangerang, Rini Rizqiyya Maryono, bersiap siap melepas perserta Karnaval Seni dan Budaya dalam rangka memeriahkan HUT ke-33 Kota Tangerang, Sabtu (14/02/2026). (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Suasana Pasar Lama hingga pelataran Masjid Agung Al-Ittihad tampak lebih semarak dari biasanya. Warna-warni kostum, alunan musik, serta gelak tawa pelajar dan warga menyatu dalam Karnaval Seni dan Budaya yang digelar dalam rangka HUT ke-33 Kota Tangerang sekaligus mengawali Gebyar Ramadan Kariim Al-Ittihad, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama PC Fatayat NU ini bukan sekadar parade seni. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan—tempat generasi muda, komunitas, dan masyarakat merayakan keberagaman budaya yang tumbuh subur di Kota Tangerang.

Saat membuka kegiatan, Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, menyampaikan bahwa 33 tahun perjalanan kota ini adalah kisah tentang kerja keras dan kebersamaan.

“Namun di atas semua itu, yang paling penting adalah tumbuhnya rasa memiliki terhadap kota ini. Kota bukan sekadar wilayah administratif. Kota adalah rumah bersama, dan rumah yang baik bukan hanya kokoh secara fisik, tetapi juga hangat secara sosial,” ujar Herman.

Karnaval yang diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA tersebut menjadi gambaran nyata wajah Kota Tangerang—beragam, kreatif, penuh semangat, namun tetap rukun dan damai. Setiap kostum dan pertunjukan membawa pesan bahwa pembangunan bukan hanya tentang gedung dan jalan yang megah, tetapi juga tentang merawat identitas dan karakter masyarakatnya.

Sekda menegaskan, Pemkot berkomitmen menjadikan Tangerang sebagai kota yang maju dan modern tanpa meninggalkan akar budaya serta nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan sosial.

Momentum HUT ke-33 ini juga terasa istimewa karena bertepatan dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Menurut Herman, Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan mempererat kebersamaan.

“Kemajuan kota harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas iman dan akhlak warganya. Mari kita jadikan HUT ke-33 ini sebagai momen evaluasi atas apa yang telah kita capai, sekaligus menumbuhkan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Di tengah iring-iringan karnaval dan sorak-sorai masyarakat, peringatan hari jadi Kota Tangerang terasa bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai perayaan rasa memiliki—bahwa kota ini dibangun dan dijaga bersama, dengan semangat kebersamaan yang terus tumbuh dari generasi ke generasi.