Kamis, 12 Februari 2026
Tangerang, oC

Tangerang Ngebesan, Pesta Rakyat Penuh Senyum di HUT ke-33 Kota Tangerang

Kamis, 12 Februari 2026 12:08 WIB
120
Share
Jajaran pengantin wanita yang didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin, pada Tangerang Ngabesan senagai rangkaian HUT ke-33 Kota Tangerang, yang berlangsung di Plaza Puspem, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (12/2/26). (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang berlangsung meriah dan penuh makna melalui gelaran Tangerang Ngebesan, yang menghadirkan resepsi pernikahan massal bagi 106 pasang pengantin, di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (12/2/26).

Suasana acara berlangsung semarak sejak iring-iringan rombongan pengantin pria dan wanita bertemu dalam prosesi adat ngebesan. Wajah bahagia para pengantin dan keluarga yang mengantar turut mewarnai pesta rakyat yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang tersebut.

“Hari ini kita memfasilitasi resepsi bagi 106 pasang pengantin dalam program Tangerang Ngebesan. Setelah kemarin dilakukan isbat nikah dan pencatatan perkawinan, hari ini mereka kita rayakan bersama dalam suasana penuh kegembiraan,” ujar Sachrudin Wali Kota Tangerang.

“Ini adalah pesta rakyat yang sederhana, murah meriah, tapi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Kita ingin HUT ke-33 Kota Tangerang dirayakan oleh semua lapisan masyarakat dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Dari total 106 pasangan, terdiri atas 97 pasangan muslim dan 9 pasangan non-muslim. Proses pencatatan perkawinan dilakukan melalui Pengadilan Agama bagi pasangan muslim, serta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bagi pasangan non-muslim.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urip Hermawan mengatakan, Tangerang Ngebesan merupakan upaya pelestarian tradisi budaya Betawi Tangerang yang dikemas seiring perkembangan masyarakat yang semakin heterogen.

“Tangerang Ngebesan adalah tradisi turun-temurun yang kita lestarikan. Rangkaian mulai dari rombongan pengantin pria yang dipimpin Wakil Wali Kota, penyerahan roti buaya kepada Wali Kota sebagai simbol pihak pengantin wanita, atraksi palang pintu, pantun, hingga hiburan gambang kromong dan tehyan,” jelas Boyke.

“Kami ingin menghadirkan resepsi rakyat yang layak, agar masyarakat tidak perlu lagi memikirkan biaya tenda, katering, panggung, maupun hiburan. Semua difasilitasi oleh pemerintah,” tambahnya.

Salah satu pasangan tertua yaitu Maman (75) dan Armah (69) yang telah 53 tahun menikah dan kini baru memiliki buku nikah sah secara negara. Warga Kecamatan Jatiuwung mengaku senang bisa mendapatkan fasilitas isbat nikah lengkap dengan pestanya.

"Dulu nikah tidak ada pesta-pesta begini, cucu udah enam, sekarang malah ngerasain dirayakan dengan meriah. Pernikahan kami didatangi langsung para pejabat. Kami senang dan terima kasih buat semuanya," ucapnya.