Kamis, 29 Januari 2026
Tangerang, oC

Buka Workshop RPKD, Sachrudin Tegaskan Komitmen Perkuat Kebijakan Pro-Warga

Kamis, 29 Januari 2026 16:15 WIB
10
Share
Dalam sambutannya, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan penanggulangan kemiskinan bukan sekadar kewajiban pemerintah, melainkan amanat konstitusi yang harus dijalankan. (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan komitmennya dengan menyusun strategi penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah dan berkelanjutan melalui Workshop Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kota Tangerang Tahun 2025–2029, yang dibuka oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, di Ruang Akhlakul Karimah, Kamis (29/01/2026).

Workshop ini menjadi ruang konsolidasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi, memperkuat basis data, serta menyelaraskan program penanggulangan kemiskinan agar lebih tepat sasaran dalam lima tahun mendatang.

Dalam arahannya, Wali Kota Sachrudin, menekankan pentingnya perencanaan yang berbasis data aktual dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama keberhasilan kebijakan pengentasan kemiskinan.

“RPKD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi panduan strategis yang akan menentukan arah kebijakan dan intervensi pemerintah daerah. Oleh karena itu, penyusunannya harus didukung data yang valid dan kolaborasi seluruh pihak,” tegas Sachrudin.

Ia menambahkan, kompleksitas persoalan kemiskinan menuntut pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, mencakup aspek pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, hingga perlindungan sosial.

Sachrudin, juga mengingatkan bahwa berbagai program yang telah berjalan harus terus diperkuat dan diselaraskan dengan kebutuhan riil masyarakat. Program seperti Beasiswa Tangerang Cerdas, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan usaha mikro, hingga Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dinilai sebagai intervensi strategis yang perlu dikawal secara berkelanjutan.

“Fokus kita bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan masyarakat memiliki akses dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan Program 3G (Gampang Kerja, Gampang Sekolah, dan Gampang Sembako) sebagai instrumen utama pembangunan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Melalui workshop ini, Wali Kota Tangerang, berharap terbangun komitmen bersama antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang terukur, adaptif, dan berkelanjutan.

“Dengan perencanaan yang matang, berbasis data, serta kolaborasi yang kuat, saya yakin upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Tangerang dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.