Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026. Untuk itu, Pemkot Tangerang menetapkan target penerimaan pajak sepanjang 2026.
Yakni, dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 miliar serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp662 miliar.
”Selain itu, Pemkot Tangerang juga menargetkan penerimaan dari pajak opsen, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp411 miliar dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp268 miliar sepanjang 2026,” papar Kiki Wibawa, Kepala Bapenda Kota Tangerang, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1/26).
Ia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, berbagai strategi dan stimulus telah disiapkan sejak awal tahun. Salah satunya melalui program diskon dan pengurangan pajak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang.
“Pada periode Januari hingga Maret 2026, kami memberikan diskon PBB berdasarkan klasifikasi buku. Buku 1 mendapatkan diskon 20 persen, buku 2 sebesar 10 persen, buku 3 sebesar 6 persen, buku 4 sebesar 4 persen, dan buku 5 sebesar 3 persen,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkot Tangerang juga memberikan pengurangan PBB terutang tahun 1994 hingga 2014 sebesar 25 persen, serta diskon BPHTB sebesar 50 persen khusus untuk perolehan tanah dan bangunan yang berasal dari program sertifikasi pemerintah seperti PRONA, PTSL, dan PTKL.
Pemkot Tangerang juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kanal pembayaran digital, dengan menggandeng 13 merchant dan e-commerce yang telah bekerja sama, sekaligus tetap menyediakan layanan pembayaran tunai melalui loket-loket pelayanan yang hadir hingga ke lingkungan perumahan dan permukiman warga.
“Selain di kantor Bapenda, kelurahan, dan kecamatan, kami juga akan membuka loket layanan langsung di perumahan-perumahan warga agar masyarakat semakin mudah dalam membayar pajak,” kata Kiki.
Melihat tren kepatuhan pajak dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Tangerang optimistis target 2026 dapat tercapai. Tingkat partisipasi masyarakat tercatat terus meningkat, bahkan pada tahun sebelumnya telah berada di angka lebih dari 80 persen.
“Pemkot Tangerang pun mengajak seluruh wajib pajak untuk memanfaatkan program diskon dan kemudahan layanan ini demi mendukung pembangunan Kota Tangerang yang semakin maju dan berkelanjutan,” ajaknya.