Bank Sampah Darling terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam menangani jenis sampah yang kerap terabaikan namun berbahaya. Sadar akan ancaman serius dari limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Bank Sampah Darling secara konsisten melakukan pengelolaan khusus terhadap sampah rumah tangga dan limbah elektronik (e-waste).
Bank Sampah Darling berhasil mengumpulkan sekitar 3,75 kg sampah medis berupa obat-obatan kadaluarsa serta 6,6 kg sampah elektronik. Langkah ini merupakan bagian dari program rutin bulanan untuk memutus rantai pencemaran lingkungan di tingkat rumah tangga.
Ketua Bank Sampah Darling Sobirin mengungkapkan, bahwa penanganan sampah B3 membutuhkan perhatian khusus karena sifatnya yang beracun.
"Kami terus memberikan edukasi kepada warga bahwa sampah B3 jangan sampai dibuang sembarangan atau dicampur dengan sampah domestik lainnya," ungkapnya.
Ia menjelaskan, bahwa sampah yang terkumpul, seperti batu baterai bekas, charger handphone hingga bohlam lampu, tidak akan didaur ulang secara sembarangan. Seluruh sampah elektronik tersebut akan diangkut sebulan sekali untuk diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna penanganan lebih lanjut secara profesional.
"Melalui Bank Sampah Darling, kami membantu menampung limbah tersebut agar dampak buruknya terhadap kesehatan dan lingkungan bisa diminimalisir," ujar Sobirin.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai memisahkan sampah elektronik dan medis dari rumah masing-masing.
"Kami ingin membuka jalan dan memudahkan masyarakat untuk memilah sampah dengan bijak. Masalah limbah elektronik dan obat-obatan bukanlah hal sepele, itulah mengapa kami hadir sebagai jembatan bagi masyarakat," tambahnya.
Bagi warga yang ingin menyetorkan limbah tersebut atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai edukasi pemilahan sampah dapat datang langsung ke alamat Jalan Janur Kuning 2 No.56, RT.04 RW.11 Kelurahan Sudimara Jaya Kecamatan Ciledug Kota Tangerang atau menghubungi Sobirin ke 0812-9110-5566.