Di tengah serbuan kuliner mancanegara, Warung Mac Oni hadir sebagai gebrakan baru di industri kuliner lokal. Berlokasi di Jalan H. Risan No.33 RT. 002 RW. 012 Kelurahan Kunciran Indah Kecamatan Pinang Kota Tangerang, warung yang awalnya bermula dari menu makaroni sederhana ini, kini bertransformasi menjadi pusat inovasi rasa yang menggabungkan camilan modern dengan rempah otentik khas Indonesia.
Ahmad Maulana, owner Warung Mac Oni mengungkapkan, bahwa motivasi utamanya adalah kerinduan akan cita rasa tradisi di tengah tren makanan cepat saji.
"Kami ingin tampil beda dengan membawa rasa rendang, gulai dan kari ke dalam menu makaroni telur (maklur) atau burger. Ini adalah misi kami agar Gen Z tidak lupa pada kekayaan rasa tradisi Indonesia," ujar Ahmad.
Warung Mac Oni saat ini menawarkan lebih dari 50 varian menu. Mulai dari menu paling populer seperti Double Patty Nasi Uduk, Burger Carbonara hingga Spaghetti Fire Cheese.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah menu Nachos racikan sendiri yang berbeda dari biasanya. Jika nachos pada umumnya hanya menggunakan saus instan, Mac Oni meracik saus spesial dengan profil rasa pedas, manis dan gurih khas Meksiko namun tetap ramah di lidah lokal.
"Mulai dari Rp5 ribu hingga Rp30 ribu. Kami juga punya program BTW (Based on the Weekend), di mana setiap hari libur nasional atau tanggal merah, pelanggan bisa menikmati potongan harga hingga 50%," sambungnya.
Selain itu, bulan ini juga terdapat promo menarik. Pelanggan bisa menikmati harga spesial untuk paket anak-anak seharga Rp25 ribu bisa mendapatkan mainan, sekaligus memanfaatkan diskon besar untuk varian burger dan spaghetti tertentu.
Bagi pelanggan yang enggan keluar rumah, Warung Mac Oni menyediakan layanan Mac Oni Delivery yang menawarkan Gratis Ongkir untuk wilayah Alam Sutera, Graha Raya, Ciledug, Kunciran hingga Paku Jaya. Pemesanan dapat dilakukan dengan mudah melalui situs resmi yang tertera di bio Instagram @maconidelivery.id .
"Kami ingin Warung Mac Oni menjadi bukti bahwa makanan tradisional bisa tetap keren dan relevan dengan gaya hidup sekarang. Jangan hilangkan tradisi, tapi buatlah tradisi itu tetap dinikmati," tutup Ahmad.