Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mencetak tren positif di sektor perekonomian. Salah satunya, Pemkot Tangerang berhasil menjaga stabilitas indeks inflasi hanya mencapai 2,55 persen pada periode Desember 2025.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono menuturkan, peningkatan indeks inflasi sangat dipengaruhi oleh peningkatan permintaan sejumlah komoditas yang mempengaruhi stabilitas daya beli masyarakat pada musim libur akhir tahun kemarin.
Berdasarkan data yang dipublikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang menunjukkan, indeks inflasi Kota Tangerang masih menunjukkan stabilitas yang konsisten dalam beberapa bulan terakhir, di antaranya September (1,96 persen), Oktober (2,54 persen), November (2,34 persen), dan Desember (2,55 persen).
“Kami menilai, sedikit kenaikan indeks inflasi di awal tahun ini sebagai kondisi yang sangat normal, terutama dipengaruhi lonjakan permintaan komoditas dan cuaca di peralihan tahun kemarin. Semuanya masih stabil di angka 2,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) hanya 109,18 saja,” ujar Ruta, Selasa (6/1/26).
Ia melanjutkan, indeks inflasi Kota Tangerang yang mengalami peningkatan sebesar 0,56 persen (month to month) masih terbilang terendah dibandingkan daerah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten.
Berdasarkan data yang dipublikasi BPS Provinsi Banten menunjukkan, indeks inflasi Kota Tangerang sebesar 2,55 persen, Kota Cilegon (2,63 persen), Kota Serang (2,86 persen), Kabupaten Lebak (2,97 persen), dan Kabupaten Pandeglang (3,18 persen).
“Adapun sejumlah komoditas yang diindikasi sebagai penyumbang inflasi terbesar seperti komoditas cabai merah, cabai rawit, dan daging untuk jenis komoditas pangan, kalau jenis komoditas non pangan ada emas, perhiasan dan sebagainya,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk mengontrol stabilitas indeks inflasi dengan mulai mengaktivasi program unggulan dalam waktu dekat ini.