Selasa, 5 September 2017 12:13 WIB
Wali Kota Arief R. Wismansyah mengajak semua komponen masyarakat terlibat dalam gerakan penyelamatan ibu dan bayi di Kota Tangerang.
Wali Kota Arief R. Wismansyah mengajak semua komponen masyarakat terlibat dalam gerakan penyelamatan ibu dan bayi di Kota Tangerang.
Wali Kota Arief R. Wismansyah mengajak semua komponen masyarakat terlibat dalam gerakan penyelamatan ibu dan bayi di Kota Tangerang.
Wali Kota Arief R. Wismansyah mengajak semua komponen masyarakat terlibat dalam gerakan penyelamatan ibu dan bayi di Kota Tangerang.
Wali Kota Arief R. Wismansyah mengajak semua komponen masyarakat terlibat dalam gerakan penyelamatan ibu dan bayi di Kota Tangerang.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota saat membuka acara Pembelajaran Audit Material Perinatal yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang di Ruang Akhlakul Karimah Puspem, Selasa (05/09).

"Kita perlu langkah kongkrit bersama," tegasnya.

"Terlebih Saya kira dikota ini tidak kekurangan sarana kesehatan," imbuhnya.

Oleh karenanya Wali Kota berharap agar para tenaga medis juga bisa melibatkan unsur masyarakat lainnya dalam usaha menjaga kesehatan ibu dan anak.

"Ajak pihak kementerian agama, bikin pelatihan-pelatihan yang melibatkan para calon pengantin,"

"Karena menikah itu bukan hanya bagaimana mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah namun juga sehat secara jasmani dan rohani," tuturnya.

"Libatkan perguruan tinggi juga, Akbid atau yang sejenisnya biar semuanya juga bergerak," sambungnya lagi.

Dan yang lebih penting lagi, lanjut Wali Kota harus ada edukasi secara menyeluruh kepada masyarakat terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat.

"Menumbuhkan semangat nyata menurunkan Kematian ibu dan anak harus dimulai dari awal, tekankan tindakan preventif dan promotif dibanding kuratif, karena kalau sudah terjadi juga percuma penanganannya, "

"Banyak yang cacat lahir sebenarnya bisa dicegah," imbuhnya.

"Makanya keterbatasan masyarakat baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi harus kita kikis, karena dua kendala itulah yang membatasi masyarakat untuk memeriksakan kehamilannya sedini mungkin," paparnya.

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 300 peserta yang berasal dari unsur perwakilan IBU, IDI dan termasuk juga perwakilan RS se-Kota Tangerang. Dan sebagai informasi untuk angka kematian bayi di Kota Tangerang di tahun 2017 mencapai 32 kejadian lebih rendah dibanding tahun 2016 yang mencapai 83 kematian. Sedang untuk angka kematian ibu di tahun 2017 ada 6 kematian lebih rendah dibanding tahun 2016 yang mencapai 19 kematian.



Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!