Senin, 2 Oktober 2017 22:09 WIB
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik
Peringati Hari Batik, Pegawai Pemkot Kompak Pakai Batik

Tidak seperti biasanya, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengikuti Apel Pagi Pegawai di lingkup Pemerintah Kota Tangerang berbusana batik. Maklum, busana khas Indonesia ini dipakai guna memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh, pada Senin (2/10/2017).

Praktis, hampir seluruh pegawai dari pejabat hingga staf di Pemkot Tangerang berbatik ria. Busana batik yang dikenakan pun juga warna-warni, seolah menggambarkan keragaman budaya yang ada di Kota Akhlakul Karimah tersebut.

Wali Kota Tangerang, H. Arief R. Wismansyah, yang memimpin apel menyampaikan bahwa penggunaan pakaian batik tersebut memang sengaja dilakukan selain untuk memperingati Hari Batik Nasional sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya asli Indonesia.

"Kemarin ada Gerak Jalan Sarungan, terus sekarang karena Hari Batik ada usulan gerak jalan pakai batik. Ini merupakan salah satu cara kita untuk menumbuhkembangkan rasa menghargai kita terhadap semua produk anak bangsa," ujarnya dihadapan ribuan peserta Apel Pagi Pegawai di Pelataran Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Ditambahkannya, peringatan Hari Batik Nasional juga harus bisa dimaknai sebagai momentum bagi seluruh aparat Kota Tangerang untuk bisa melestarikan sekaligus memperkenalkan produk asli Kota Tangerang.

"Ini mengingatkan kita semua bahwa kita sebagai aparat harus menjaga dan membina segala potensi yang dimiliki negeri ini," terangnya.

Praktiknya, lanjut Wali Kota, minimal kita sebagai aparat bisa mengenalkan produk dari Kota Tangerang, karena banyak masyarakat Kota Tangerang yang juga bekerja di industri tersebut.

"Tahunya kecap dan dodol tapi enggak tahu kalau produk Cap Lang itu produk Jatiuwung, GT Radial juga sama, ada juga merk Teh Gelas yang buatan orang Ceper," tuturnya.

Pengembangan Batik di Kota Tangerang, menurut Wali Kota juga perlu terus dikembangkan. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Pemkot yang menggelar Lomba Batik Kota Tangerang yang hasilnya kemudian muncul Batik Motif Sungai Cisadane atau Batik Motif Pintu Air 10.

"Pengembangan Batik Tangerang harus menjadi perhatian, seiring dengan wisata yang terus meningkat. Dan ini potensi yang harus kita kembangkan," ujarnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada para pelaku Industri Hijau di Kota Tangerang antara lain PT. Indonesia Synthetic Mills, PT. Monagro Kimia, PT. Scroll Textile Mills, PT. Pentnesia Resindo, dan PT. Indah Jaya Textile. Para pelaku industri tersebut tidak hanya mampu melakukan manajemen industri yang ramah lingkungan namun juga bisa mengolah limbah yang dihasilkan menjadi produk yang punya nilai lebih.

"Teman-teman industru hijau terus mengembangkan industri yang lebih baik, dan kita Pemerintah harus mampu meregulasi dan memfasilitasinya," paparnya.

Selanjutnya, Wali Kota juga menyerahkan SK Pensiun secara simbolis kepada 3 (tiga) pegawai yang sudah memasuki masa purna bakti, sekaligus juga memberikan SK Kenaikan Pangkat Tepat Waktu kepada 156 pegawai yang diwakili oleh tiga PNS.

"Saya sampaikan terima kasih kepada Bapak/ Ibu yang telah memberikan dedikasinya untuk Pemerintah Kota Tangerang. Dan mudah-mudahan kita juga bisa meneladaninya dengan terus memberikan yang terbaik sampai akhir masa jabatan," pungkasnya.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!