Sabtu, 24 Maret 2018 13:52 WIB
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang
Lewat Konvensi Mutu, Pjs Harapkan Pengusaha Bersinergi Bangun Kota Tangerang

Kota Tangerang adalah pusat manufaktur dan industri di Pulau Jawa yang memiliki lebih dari 1.000 industri yang tentunya harus didukung dengan produktivitas tinggi.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang, M. Yusuf, dalam sambutannya pada pembukaan Konvensi Mutu Ke-XXIII Tahun 2018 yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Manajemen Mutu Tangerang (FKMMT) di Aula Sasana Budaya, Hotel Bahtera Pelni, Cipayung, Jawa Barat, Sabtu (24/3).

Dirinya mengungkapkan pihak swasta memiliki peranan yang sangat krusial dalam mendorong berlangsungnya proses pembangunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

"Pemerintahan tanpa didukung sektor swasta maka akan menjadi sia-sia,".

"Karena pajak yang didapat oleh pemerintah untuk pembangunan merupakan hasil dari pihak swasta," sambung Pjs.

Selain itu, pada acara yang dihadiri oleh sejumlah Gugus Kendali Mutu (GKM) dari berbagai industri se-Tangerang Raya tersebut, dirinya menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Tangerang terus mengembangkan Kota Tangerang sebagai Kota Layak Investasi (Investable City) dimana program ini membutuhkan dukungan dari seluruh komponen yang ada di kota yang berjuluk Kota Seribu Industri Sejuta Jasa.

"Terutama dukungan dari dunia usaha yang ada di Tangerang, jadi jangan karena masalah kecil lantas memindahkan usahanya dari Kota Tangerang," jelas Pjs.

Pelaku usaha di tengah masyarakat sangat diharapkan untuk dapat menjadi pionir dan agen perubahan dalam meningkatkan produktifitas program-program pembangunan serta turut meningkatkan partisipasi aktif dari para pelaku usaha untuk bersama membangun Kota Tangerang.

"Dengan begitu, perwujudan Kota Tangerang sebagai kota yang LIVE bisa dapat tercapai dan dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat," tandas Pjs.

Sebagai informasi, pada kegiatan yang mengambil tema "Kita Gerakan Budaya Mutu Produk Barang dan Jasa Serta Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia" tersebut juga diisi dengan penyerahan piala bergilir Wali Kota Tangerang yang sebelumnya diraih oleh YKK AP dan piala bergilir Disnaker yang diraih oleh Indonesia Nippon Seiki untuk diserahkan kembali kepada Forum Komunikasi Manajemen Mutu Tangerang (FKMMT) untuk diperebutkan kembali di tahun 2018.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!