Sabtu, 21 April 2018 14:12 WIB
Peringati Hari Kartini, Pjs Wali Kota Ajak Aktualisasikan Nilai Perjuangan Kartini
Peringati Hari Kartini, Pjs Wali Kota Ajak Aktualisasikan Nilai Perjuangan Kartini
Peringati Hari Kartini, Pjs Wali Kota Ajak Aktualisasikan Nilai Perjuangan Kartini
Peringati Hari Kartini, Pjs Wali Kota Ajak Aktualisasikan Nilai Perjuangan Kartini
Peringati Hari Kartini, Pjs Wali Kota Ajak Aktualisasikan Nilai Perjuangan Kartini
Peringati Hari Kartini, Pjs Wali Kota Ajak Aktualisasikan Nilai Perjuangan Kartini
Peringati Hari Kartini, Pjs Wali Kota Ajak Aktualisasikan Nilai Perjuangan Kartini

Pjs Wali Kota Tangerang, M. Yusuf, berharap agar Peringatan Hari Kartini bukan hanya sekedar rutinitas tahunan belaka. Namun lebih dari itu, Peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang diperjuangan oleh R.A Kartini dalam kehidupan sehari-hari.

“Kartini muda telah berhasil mempengaruhi orang dengan begitu fenomenal, yang sampai hari ini banyak wanita yang terinpirasi dari kehidupan Kartini,” ujar M. Yusuf didepan para ibu-ibu PKK yang hadir di acara Kreasi Kartini yang diselenggarakan oleh TP PKK Kota Tangerang di Mall Balekota, Sabtu (21/04).

“Berkat perjuangan dari RA Kartini-lah saat ini wanita mempunyai peran yang lebih tinggi atau sejajar dengan laki-laki,” imbuhnya.

Lebih lanjut M. Yusuf mengatakan, pemikiran Raden Adjeng Kartini saat ini masih sangat relevan. Jarak atau ketidaksetaraan gender di dunia masih terbilang besar. Sehingga perjuangan perempuan untuk terus maju tanpa batasan pihak lain masih harus dilakukan.

“Buku yang diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang, artinya wanita masa lalu seolah ada alam kegelapan yang mana dia itu tidak berperan baik dalam ekonomi maupun politik,” tutur M. Yusuf.

Terkait aktualisasi nilai-nilai yang diperjuangkan R.A Kartini dalam kehidupan sehari-hari, M. Yusuf, menjelaskan bahwa aktualisasi nilai perjuangan Kartini bukan hanya soal kesetaraan gender namun lebih dari itu adalah bagaimana setiap orang baik itu laki-laki maupun perempuan menyadari peran dan kontribusi masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat.

“Misal menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT). Bukan berarti Ibu Rumah Tangga (IRT) itu menjadi masyarakat kelas dua, jangan salah. Justru dengan menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT), seorang wanita bisa menjadi penentu nasib suatu bangsa di masa depan. Karena di tangan ibu-lah muncul generasi masa depan yang menjadi tumpuan bangsa,” paparnya.

“Seorang ibu juga punya tanggungjawab untuk mendidik anak-anak bisa sukses dalam agama dan juga didalam kehidupan,” imbuhnya.

Sedang dalam konteks pemerintahan, M. Yusuf, juga menerangkan bahwa seorang ibu bisa menjadi pendorong reformasi birokrasi yang saat ini sedang digaungkan oleh pemerintah terutama dalam mewujudkan good governance dan clean government.

“Kenapa ada Ibu PKK dan Dharma Wanita, kalau Ibu Darma Wanita Persatuan (DWP) yang mana mereka diharapkan biasa mendorong suami yang notabeneyna adalah ASN untuk mewujdukan Good Governance dan Clean Governance. Jadi jangan salah seorang istri juga punya peranan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,” tegasnya.

“Sedang Ibu PKK yang mewakili masyarakat juga berperan dalam bagaimana membina keluarga yang sukses, termasuk mendidik anak agar berhasil di dunia kerja terlebih kalau bisa berentrepreunership,” tukasnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan Kreasi Kartini yang diadakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Tangerang tersebut juga digelar berbagai acara antara lain Lomba Masak Antar PKK Kelurahan yang juga dihadiri oleh bintang tamu sekaligus juri lomba masak, Sisca Soewitomo yang merupakan pakar kuliner nasional.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!