Kamis, 5 September 2019 16:15 WIB
RPS Berikan Perhatian Lansia Terlantar
RPS Berikan Perhatian Lansia Terlantar
RPS Berikan Perhatian Lansia Terlantar
RPS Berikan Perhatian Lansia Terlantar
RPS Berikan Perhatian Lansia Terlantar
RPS Berikan Perhatian Lansia Terlantar
RPS Berikan Perhatian Lansia Terlantar

Kaum Lanjut Usia (Lansia) acap kali kurang mendapatkan perhatian yang layak. Tidak sedikit lansia yang menghabiskan masa tuanya sendirian bahkan di jalan. Pemerintah Kota Tangerang pun berupaya memberikan perhatian khusus bagi lansia terlantar, dengan menyediakan Rumah Perlindungan Sosial (RPS). Rumah perlindungan tersebut digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi lansia-lansia yang terlantar di jalanan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi menyebutkan, Rumah Perlindungan Sosial (RPS) diperuntukan bagi orang-orang terlantar khususnya Lanjut Usia (Lansia) diatas usia 65 tahun. Kehadiran RPS tersebut berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi para manula maupun lansia terlantar yang tidak memiliki keluarga atau orang yang memang kurang diurus oleh keluarganya.

"Saat ini menampung kurang lebih 28 lansia. Jumlah laki-laki 10 orang dan wanita 18 orang. Kami menemukan mereka dari laporan Satpol PP, PSM, TKSK, maupun warga masyarakat yang ada di wilayah-wilayah," jelas Suli, Kamis (5/9/2019).

Tiba di RPS, para lansia mendapatkan berbagai fasilitas mulai dari screening atau assessment dan mendapatkan banyak pendampingan sosial dengan program dan kegiatan dari Dinsos Kota Tangerang. Suli menjelaskan, bagi lansia yang sakit akan dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RSUD Kota Tangerang, sementara yang sehat akan ditampung dan diberikan perlindungan sosial.

Lansia-lansia yang berada di PSM sudah berkurang secara fisik, ada yang penglihatan dan pendengarannya terganggu dan ada pula yang sulit berjalan. Agar kemampuan motorik, auditori. dan sensorik tetap berfungsi dengan baik, para lansia kesehariannya disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti screening kesehatan yang dilakukan setiap harinya dan kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin. Tak hanya itu, untuk menjaga para lansia tetap bugar, Dinsos Kota Tangerang memberikan aktivitas olahraga setiap paginya.

"Kegiatan olahraga dilakukan pagi hari setiap hari, khusus untuk senin dan rabu ada olahraga khusus lansia dengan instruktur senam yang kita datangkan. Ada juga peralatan olahraga dan batu pijakan refleksi disini," ujar Suli.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Feriansyah mengatakan, lansia diberikan kegiatan keterampilan seperti menjahit dan mengolah barang-barang bekas menjadi barang yang bisa digunakan kembali. Sedangkan untuk melatih motorik, auditori. dan sensorik para lansia diberikan kegiatan kesenian memainkan angklung, memasak dan berkebun.

"Bercocok tanam ini agar mereka tidak bosan dan bisa merasakan udara jadi tidak pengap dan bosan di dalam kamar terus, yang ditanam pun beragam ada bayam cabai, kol, dan sayur-mayur lainnya. Tapi setiap kegiatan mereka didamping oleh pengasuh untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan," imbuh Feriansyah.

Seluruh fasilitas dan program-program yang diberikan Dinsos Kota Tangerang diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi lansia terlantar di hari tua mereka, sehingga para lansia merasa diperhatikan dengan layak.

"Kita lindungi sampai ada kabar dari keluarga yang mencari mereka. Kebanyakan dari mereka saat ditemukan tidak memiliki identitas, namun karena ini sudah menjadi visi-misi kami, bahwa orang-orang terlantar yang ditemukan di wilayah Kota Tangerang menjadi tanggungjawab kami untuk membantu memberikan perlindungan sosial," tukasnya.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!