Selasa, 23 Oktober 2018 00:00 WIB
Tingkatkan Pendapatan, Pemasangan Tapping Box Diperbanyak
Tingkatkan Pendapatan, Pemasangan Tapping Box Diperbanyak
Tingkatkan Pendapatan, Pemasangan Tapping Box Diperbanyak
Tingkatkan Pendapatan, Pemasangan Tapping Box Diperbanyak

Dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak, Badan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang gencar tingkatkan pemasangan tapping box di tempat-tempat usaha di Kota Tangerang.

Tapping box merupakan alat yang gunakan untuk memantau transaksi dari suatu tempat usaha secara online. Tujuannya untuk mencegah kecurangan, sehingga penerimaan pajak daerah menjadi maksimal.

Alat ini berfungsi merekam data transaksi wajib pajak sehingga terhindar dari laporan internal fiktif karena dapat mengetahui pendapatannya secara riil. Sementara bagi pemerintah daerah, alat ini bermanfaat untuk transparansi, akuntabilitas, efektifitas dan efesiensi dalam pemungutan pajak.

Mulyani selaku Sekertaris Badan Pendapatan Keuangan Daerah Kota Tangerang mengatakan penerapan alat ini sudah dilakukan pada Maret 2016. Dengan pemasangan tahap awal sebanyak 20 tapping box di sejumlah tempat usaha seperti hotel, restoran, parkir swasta dan tempat hiburan yang berskala besar.

"Kami pasang alat itu untuk memantau hingga tidak ada kecurangan dalam sistem keuangan bagi penggiat usaha besar," ujarnya.

Alat yang dipasang di kasir atau mesin pembayaran memiliki sistem kerja yakni saat pelanggan membayar data sebelum tercetak di struk sudah masuk ke tapping box. Dengan demikian pengusaha atau wajib pajak tidak bisa memanipulasi data dalam pembayaran pajak. Selain itu, alat ini juga dinilai lebih efektif dalam pemeriksaan pajak.

Pada tahun 2017 telah terpasang 140 unit dan tahun 2018 terpasang sebanyak 50 unit. Pada APBD Perubahan 2018 akan ditambah sebanyak 200 unit. Jika terpasang secara keseluran sebanyak 390 unit tapping box yang akan tersebar diseluruh wajib pajak di kota tangerang dengan sasaran meliputi restoran dan hotel.

"Saat ini kan kita masih pakai petugas cek lapangan. Jadi kalau mau mengaudit laporan wajib pajak dilakukan manual dan itu prosesnya lama sekali sehingga menguras waktu. Kalau pakai alat kan tinggal memonitor saja," katanya.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!