Satpol PP Kota Tangerang Ciduk Ajal di Lampu Merah

Jumat, 15 Februari 2019

‌‌‌Tujuh anak jalanan yang kerap meresahkan masyarakat diciduk satuan polisi pamong praja kota tangerang saat menggelar patroli rutin, Kamis (14/02) kemarin.

 

Ketujuh anak jalanan tersebut berhasil diamankan dari beberapa titik lampu merah diantaranya jl TMP taruna, Lampu merah adipura dan lampu merah adipura.

 

CS, salahseorang anak jalanan yang berhasil diamankan sempat sempat mengelabui petugas yang mengamankannya dengan berpura-pura sebagai pembatu salahsatu kedai makanan.

 

"Saya bantu cuci piring dipecel lele, ngga ngamen pak,"kilah CS kepada petugas yang saat itu mengamankannya.

 

Petugas tidak percaya begitu alasan CS lantaran saat diamankan didapati beberapa uang recehan dan satubuah gitar yang biasa digunakan cs untuk mengamen tetap membawa Cs ke kantor satpolPP kota Tangerang.

 

Dalam operasi tersebut petugas juga mengamankan HW salah seorang anak perempuan dibawah umur yang biasa mengamen disekitaran lampu merah adipura, berbeda dengan CS, HW hanya bisa pasrah saat petugas menggelandangnya ke kantor satuan polisi pamong praja kota Tangerang.

 

"Iyak pak saya salah, tapi jangan dikirim ke jakarta ya pak,"rengek HW yang diketahui telah beberapa kali tertangkap dalam operasi tersebut.

 

Kepala bidang ketertiban umum dan ketentraman masayarakat pada satuan polisi pamong praja kota tangernag menjelaskan, ketujuh anak jalanan yang diamankan tersebut beberapa diantaranya disinyalir dalam keadaan mabok, lantaran saat diamankan terdapat aroma alkohol yang menyengat.

 

"Tiga diantaranya terindikasi sedang mabuk, selain aroma alkohol yang menyengat kami juga mengamankan beberapa kantung plastik sisa minuman keras,"jelasnyanya kepada wartawan kamis kemarin.

 

Ia menuturkan, ketujuh anak jalanan yang berhasil diamankan tersebut selanjutnya diserahkan kepada dinas sosial untuk diberikan pembinaan lebih intensif.

 

"Kami telah berkoordinasi dengan dinsos, dan kami telah mengirim mereka kesana,"jelasnya.

 

Operasi tersebut, Imbuh Ghufron, dilakukan lantaran keberadaan anak anak jalanan yang kerap memaksa dalam meminta uang kepada para pengguna jalan kerap kali dikeluhkan.

 

"Mereka maksa kalau minta, dan kami telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait hal tersebut,"ucapnya.

 

Ia mengaku, pihaknya akan terus melakukan serangkaian penertiban untuk tetap menjaga kondusifitas dan kenyamanan warga kota tangerang dalam melakukan aktifitasnya.

 

"penertiban ini adalah suatu bentuk pelayanan yang dapat kami berikan kepada masyarakat, diharapkan dengan serangkaian penertiban yang rutin kami lakukan dapat memberikan rasa nyaman dan tentram sehingga kota tangerang dapat lebih layak untuk dikunjungi, dihuni dan layak untuk berinvestasi,"tukasnya.

 

Ia menilai rangkaian penertiban yang dilakukannya tidak optimal tanpa ada peran serta dari masayarakat kota tangerang, sehingga dirinya terus mengajak masyarakat untuk terus berperan serta dalam menegakan peraturan daerah.

 

"Kami membuka layanan pengaduan 24 jam dikantor kami, selain itu kami juga menyediakan layananan pengaduan melalui media sosial dan aplikasi tangerang live,"tuturnya.

 

Top

Android

Web
Tutup