Kampung Widuri, Wisata Edukasi di Cibodasari

Jumat, 25 Januari 2019

‌‌RW 12, Cibodasari, Kecamatan Cibodas kini beda dengan dulu. Bila pada tahun 2017 lalu Dinas Kesehatan Kota Tangerang sampai berkirim surat dan menyatakan lingkungan tersebut kumuh, maka kondisinya saat ini boleh dibilang berubah drastis.

 

Saat itu, ketua lingkungan Asep Hadisudiat bahkan sampai merasa 'disengat' oleh 'surat cinta' tersebut. Ia lalu mencari tahu apa penyebabnya. "Saya telusuri tiap jalan dan pojok lingkungan untuk mencari penyebab disebut kumuh. Ternyata di ujung Jalan Nuri dan Jalan Merak ada tumpukan sampah warga," jelas Asep Hadisudiatna menunjuk ke irigasi mati yang diapit dua jalan tersebut.

 

Tak lama setelah terima surat itu, di lingkungan RW 12 sejumlah warganya terserang penyakit DBD. Adanya wabah penyakit ini, ia makin membuatnya terpecut untuk memperbaiki lingkungan Agar bersih dan asri. Sejumlah jurus pun ia pasang untuk menata lingkungan bersama warga. Ia mulai dari lingkungan rumah sendiri menata lingkungan agar hijau asri. Memanfaatkan talang air bekas, Asep Hadisudiatna membuat pot di depan rumahnya.

 

"Saya pakai talang bekas untuk pot bunga. Saya buat memanjang sesuai ukuran talang. Ternyata hasilnya enak dilihat. Lantas saya tambahin talang lagi pakai yang baru," terang Asep Hadisudiatna. Lantas, sebagai Ketua RW 12 ia pun intens mengadakan pertemuan dengan warga guna mengajak masyarakat rela membenahi lingkungannya. Minimal tiga bulan sekali, Asep mengelar coffee morning bersama warga."Kami melakukan deteksi dini permasalahan dalam coffee morning ini. Sehingga bila ada persoalan dapat diatasi segera agar tidak membesar," jelas Asep didampingi pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Cibodasari, Heri Purwanto.

 

Jurus yang diterapkan itu ternyata menurutnya ampuh. Kini atas kesadaran sendiri, warga rela menata lingkungan masing-masing agar tampak hijau bersih asri. Hasilnya, lingkungan RW 12 Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas meraih juara Kampung PHBS tingkat Kota Tangerang. Raihan yang diperoleh itu tak membuat masyarakat RW 12 puas diri. Asep bersama pengurus RW 12 dan RT serta warga terus meningatkan penataan lingkungan agar bisa menjadi bernilai ekonomi.

 

"Di lingkungan RW sini ada delapan RT. Kami bersama warga terus membenahi lingkungan dan melakukan pemberdayaan ekonomi. Sampah kami olah guna dijadikan kompos. Di antara Jalan Merak dan Nuri rencananya akan dibuat gazebo untuk kedai jamur, yakni jajanan murah. Lahan kosong digarap menjadi ladang tani ditanami sayuran yang dikelola oleh kelompok wanita tani. Jalan lingkungan dibuatkan biopori agar bisa menampung air dalam tanah. Di sudut-sudut lingkungan RT dibuatkan spot untuk selfi. Kami menamakannya Kampung Widuri, yakni wisata edukasi Cibodasari," ujarnya.

 

Harapan untuk menjadikan Kampung Widuri, menurut Asep kini hanya beberapa langkah lagi. Kampung Widuri diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata di wilayah Kota Tangerang yang menampilkan keunggulan pemberdayaan lingkungan.

 

"Jadi nantinya masyarakat yang berkunjung ke sini bisa cuci mata memandang keasrian lingkungan, menikmati aneka jajanan murah namun berkualitas higienis, dapat belajar menata dan mengelola lingkungan," terangnya. Mulai tahun ini, sambung Asep di wilayah RW 12 Cibodasari akan diadakan lomba kebersihan dan keasrian tingkat RT. Hal ini dilakukan guna memacu warga terus menata lingkungan masing-masing. Lingkungan hijau bersih dan rapi terus ditanamkan dalam jiwa tiap warga.

 

Top

Android

Web
Tutup