Kampung Batik Siap Tampil dalam Festival Budaya Musim Semi di Belanda

Kamis, 21 Februari 2019

‌‌‌‌Gaung Kampung Batik Kembang Mayang, Kecamatan Larangan makin menggema. Tidak lama lagi mereka siap go internasional. Belanda adalah negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan wilayah paling timur di Kota Tangerang ini.

 

Menurut Sekretaris Kecamatan Larangan, Samsul Karmala, Kampung Batik akan menggandeng salah satu universitas swasta yang di Jakarta Selatan untuk mengadakan pameran di negeri kincir angin tersebut. "Kita difasilitasi oleh Universitas Budi Luhur untuk mengikuti pameran budaya di Belanda saat musim semi tahun 2019 ini," ujar Samsul.

 

Oleh karenanya, pihaknya kini tengah intens menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk dapat terus mengembangkan Kampung Batik. Sebab bagaimana pun, di Kampung Batik Kembang Mayang ini, ujarnya tercermin batik nusantara. "Dari Sumatera dari Jawa juga ada. Dan perlu diketahui bahwa sekretariat membatik se Indonesia juga ada di Larangan, yakni tepatnya di RW 11," ujarnya.

 

Selain itu, dengan keberadaan Kampung Batik ini, diharapkan masyarakat tidak cuma sekadar belajar membatik semata, tetapi mampu mengundang pihak luar untuk belajar membatik dan sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat. "Dengan begitu, harapannya nantinya bukan saja Larangan Selatan mempunyai kreatifitas, tapi juga kelurahan lain juga harus dikembangkan," ucapnya.

 

Sejauh ini, menurut Samsul, respon positif sudah ditunjukkan oleh sejumlah sekolah di Kota Tangerang yang ditandai dengan kedatangan mereka ke Kampung Batik Kembang Mayang untuk menitipkan anak didiknya. "Dan itu tidak sulit, kenapa? Mungkin anak kecil cepat menyerap apa yang disampaikan," ujarnya.

 

Disinggung apa yang membedakan antara batik Larangan dengan wilayah lain, menurut Samsul, dari sepengetahuannya, sebetulnya ada salah satu wilayah lain yang lebih dahulu mempunyai aktivitas membatik di Kota Tangerang. Tapi desain yang dipergunakan wilayah tersebut dibuat dari daerah lain di Pulau Jawa. "Tapi kalau di wilayah Larangan, para tutornya atau pengajarnya memang tersertifikasi, jadi mereka bukan cuma mencanting, tapi mempola juga" ucapnya.

 

Selain itu, menurutnya, di Larangan tidak saja menerima pesanan batik, melainkan sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum untuk budaya membatik. "Jadi bukan cuma memproduksi, tapi sekaligus mengenalkan bahkan kepada anak-anak sedini mungkin, kita juga membuka kelas untuk membatik," ungkapnya. Bahkan ia menambahkan, Kampung Batik siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk mengenalkan batik menjadi ekstrakurikuler di sekolah Kota Tangerang," ujarnya.

 

Top

Android

Web
Tutup