Dinas Perhubungan Kaji Sistem Looping

Selasa, 19 Maret 2019

‌‌‌‌‌Saat ini, tengah dikaji pengurangan penggunaan lampu lalu lintas di Jalan Raya Kota Tangerang terutama jalan perbatasan Tangerang-Jakarta yang dianggap menjadi sumber kemacetan.

 

Kepala Dinas Kota Tangerang H Saeful Rohman mengatakan, nantinya sebagai pengganti penggunaan lampu lalu lintas, Dishub akan perbanyak mekanisme putar arah (looping). Upaya tersebut diharapkan akan lebih efektif dalam mengurangi masalah kemacetan.

 

"Sedang dalam pengkajian terkait dengan pengurangan pemasangan traffic light. Jadi akan lebih diarahkan melalui looping (putar arah), tidak lagi melalui persimpangan," ujar Saeful, kemarin.

 

Meskipun masih dalam tahap kajian, Saeful berharap, ke depannya dapat mengurangi angka kemacetan. Dia mencontohkan seperti yang terjadi di Jalan Daan Mogot yang memang berbatasan langsung dengan Jakarta Barat, di jalan tersebut terdapat beberapa lampu merah, namun demikian hal itu dianggap tidak melerai kemacetan lalu lintas.

 

"Sejauh ini ada 32 traffic light di Kota Tangerang dengan jumlah persimpangan sebanyak 52 persimpangan dan itu menurut pengamatan kami tidak efektif mengurangi kemacetan, penggunaan traffic light khususnya di jalur padat malah menambah kemacetan," jelas Saeful.

 

Menurutnya, kalau di persimpangan ada traffic light, pasti ada antrean. Dampaknya, macet panjang. Tapi, kalau looping (putar arah) walaupun ada antrean, kendaraan terus bergerak. Di mana uji coba penerapan mekanisme putar arah sudah dilakukan dibeberapa titik seperti, kawasan Simpang Tujuh, Kecamatan Neglasari.

 

"Masih terus kita uji coba, belum terlihat secara signifikan pengurangan kemacetan di jalan dengan mekanisme itu. Tapi, kami targetkan, sekitar tiga atau empat tahun mendatang dapat berdampak dan sudah diterapkan di seluruh persimpangan Kota Tangerang," katanya.

 

Top

Android

Web
Tutup