Tahun Baru 2018, Wali Kota Harapkan Partisipasi Masyarakat Bangun Kotanya

Senin, 01 Januari 2018
Di awal tahun 2018, Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah berharap kedepan Kota Tangerang bisa semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.
 
"Kami atas nama Pemkot di 2018 berharap kota Tangerang akan masuk usia ke 25 kota ini semakin maju masyarakat semakin sejahtera peran masyarakat semakin meningkat," tuturnya.
 
Wali Kota juga sempat menyinggung pentingnya peran serta masyarakat dalam menghadapi bahaya banjir ditengah musim penghujan yang datang.
 
"Apalagi kondisi cuaca di awal tahun masyarakat bisa menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas lingkungan dengan membuat sumur-sumur resapan,"
 
"Dan yang paling penting mudah-mudahan kita bisa semakin bangga dan semangat membangun Kota Tangerang," ujarnya.
 
Sementara itu terkait perayaan tahun baru 2018 di Kota Tangerang terlihat ribuan orang banjiri pelataran Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang. Perayaan Tahun Baru yang dipusatkan di puspem tersebut diawali dengan pelaksanan Tabligh Akbar di Masjid Raya Al Azhom. Tampak para jamaah dengan khusu' mengikuti tabligh akbar yang juga dihadiri oleh Wali Kota Arief R. Wismansyah bersama dengan Wakil Wali Kota Sachrudin.
 
Selepas pelaksanaan Tabligh Akbar masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya disuguhkan dengan pemutaran film pendek karya sineas muda Kota Tangerang yang juga Pemenang Festival Visual Kota Tangerang 2017 antara lain film yang berjudul "Kulantunkan Ar-Rahman" yang menjadi juara pertama kategori pelajar dan mahasiswa, dan film "Asa" yang menjadi juara kategori umum dan wartawan.
 
Sebelum kemudian para penonton diajak menyaksikan penampilan budaya khas Betawi yaitu Lenong Cempaka dari Kelurahan Sudimara Pinang. Ribuan masyarakat yang memadati pelataran Puspem tampak dibuat terpingkal oleh penampilan para pelaku lenong yang terlihat lucu.
 
Menjelang puncak pergantian tahun  masyarakat Tangerang yang hadir juga kembali disuguhkan dengan pertunjukan Video Mapping yang bikin suasana jadi lebih hidup. Terlebih saat pertunjukan kembang api yang menjadi pertanda pergantian tahun. 
 
Suasana gelap yang ada di pelataran Puspem mendadak terang benderang oleh pancaran kembang api dan kilat flash handphone para penonton yang ingin mengabadikan kejadian tersebut.
 
"Ini luar biasa, enggak masalah kita macet-macetan tadi pas mau kesini, pas lihat video mapping sama kembang apinya subhanallah terbayar," ujar Andri yang hadir bersama keluarganya.
 
Andri juga menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarga memang sengaja datang ke Puspem untuk menyaksikan pertunjukan video mapping dan kembang api.
 
"Tahu dari sosmed aja, ini kan gratis apalagi ada lenong bisa lesehan kita sambil bawa bekel dari rumah," terangnya.
Top

Android

Web
Tutup