Serius Kembangkan Kampung Wisata, Pemkot Libatkan Pelaku UKM

Selasa, 01 Agustus 2017

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang secara konsisten terus berusaha untuk merebranding Kota Tangerang sebagai salah satu destinasi wisata alternatif sebagaimana konsep Visitable City yang menjadi bagian dari Slogan Tangerang Live. 

Dimulai dari pembangunan taman tematik yang saat ini sudah ada 23 taman tematik, belum lagi pembangunan kampung wisata yang terbaru adalah Kampung Bekelir di Babakan, selanjutnya juga melalui berbagai pelaksanaan festival yang bertujuan untuk mempromosikan berbagai potensi Kota Tangerang, baik itu potensi budaya maupun produk lokal Tangerang.

Dimana hal itu memerlukan keterlibatan semua pihak termasuk pelaku UMKM. Untuk itulah Pemkot Tangerang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan juga Dinas Koperasi dan UKM mengumpulkan 400 pelaku UMKM dan IKM di Kota Tangerang untuk bersama-sama mewujudkan konsep Kampung Wisata di wilayahnya masing-masing.

"Kita ingin bangun Kampung Wisata di Kota Tangerang, dan itu memerlukan dukungan dari para pelaku UMKM, karena nanti ketika sudah jadi para pengunjung pasti ingin bawa oleh-oleh atau makanan yang jadi ciri khas masing-masing," ujarnya.

"Kampung Wisata itukan syaratnya kampungnya rapi, bersih, hijau dan juga ada kreatifitas masyarakatnya yang bisa menonjolkan kekhasan yang menjadi daya tarik orang untuk datang," sambung Wali Kota. 

"Kita berharap produk UKM dan IKM bisa masuk ke kampung-kampung. Karena mereka basicnya kan produk home industry, untuk itu mereka selama inikan jual jauh-jauh, sekarang dengan adanya Kampung Wisata bisa jualan di kampungnya sendiri karena kampungnya bisa dikembangkan menjadi kampung wisata." Imbuhnya lagi.

Oleh karenanya, Wali Kota berharap agar para pelaku UMKM dan IKM bisa meningkatkan kualitas produknya sehingga layak menjadi oleh-oleh khas Tangerang.

"Kita mendorong para pelaku UMKM dan IKM di kota Tangerang untuk meningkatkan kualitas produknya sehingga layak jual dan bisa menjadi oleh-oleh khas Tangerang," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga membagikan 42 sertifikat halal bagi 42 pelaku UMKM di Kota Tangerang. Sertifikat Halal ini menjadi penting karena tuntutan dari para pembeli atupun importir.

"Selain tentunya sebagai jaminan kekhalalan produk, baik itu dari sisi zatnya maupun proses produksinya, karena banyak buyer yang ingin ada jaminan bahwa produk tersebut benar-benar khalal untuk mereka,"

"Makanya kita juga sedang bangun laboratorium halal, guna menunjang wisata halal yang lagi trend," tandasnya.

Top

Android

Web
Tutup