Dishub akan Tambah Delapan Rangkaian ATCS

Jumat, 19 Januari 2018
Sebanyak 34 ATCS terpasang di sejumlah titik jalan Kota Tangerang. Melalui sistem terintegrasi Tangerang LIVE tersebut, warga dapat melihat kondisi lalu lintas melalui smartphone nya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Saeful Rohman menjelaskan, kamera dome ATCS umumnya terpasang di sekitaran lampu lalu lintas. Dia menambahkan, teknologi ini membantu pihaknya untuk memantau bahkan mengatur lalu lintas melalui pengeras suara di sistem tersebut.
 
"Masalah kemacetan, trafic light, atau kepadatan lalu lintas yang ada di sejumlah titik, terpantau. Kita tinggal lihat saja di sana, karena memang ada daftar trafic light yang nampak di aplikasi tersebut (E Transport)," jelasnya.
 
Meski demikian, Saeful mengaku sistem ini belum optimal beroperasi. Dia menyebut hal tersebut lantaran belum semua ATCS dipasangi pengeras suara. Dari 34 ATCS, sebut Saeful, hanya 6 yang sudah dibekali pengeras suara.
"Belum semua terpasang TOA (pengeras suara), yang sudah dengan TOA baru 6 unit," imbuhnya.
 
Salah satu pengeras suara ATCS terpasang di persimpangan Jalan Daan Mogot menuju Jalan TMP Taruna. Penggunaan pengeras suara di lokasi tersebut nampak saat pengendalian arus  saat gelaran deklarasi salah satu pasangan calon. Dia menambahkan pihaknya akan menambah sebanyak 8 rangkaian ATCS di tahun ini.
 
E-transport diluncurkan bersamaan dengan sejumlah fitur tambahan di aplikasi Tangerang LIVE. E-transport, dijelaskan Kadishub, akan diintegrasikan dengan sejumlah jadwal moda transportasi di Kota Tangerang. Di tahap awal ini, kata Saeful, aplikasi tersebut memuat informasi mengenai jadwal BRT Tangerang, bus Antarkota-Antarprovinsi (AKAP), serta jadwal kereta api.
 
"E-transport menampilkan terkait jadwal keberangkatan AKAP (bis Antarkota antarprovinsi) yang ada di (terminal) Poris Plawad, termasuk BRT kita, koridor 1 maupun di koridor 2 yang akan dilaksanakan (pembangunannya) di 2018 ini. Kemudian kaitan dengan masalah taksi, pul-pul atau tempat pemberhentian taksi, termasuk kami juga akan integrasikan (e-trasnport) dengan kereta api dan pesawat," paparnya.
 
Lebih lanjut, Kadishub menjelaskan, pengguna jasa BRT dapat memantau keberangkatan serta kedatangan bus di halte BRT. Saeful mengatakan, pihaknya juga tengah menjajaki kerjasama untuk pemuatan jadwal pesawat terbang Bandara Soekarno-Hatta di aplikasi tersebut. 
 
"E-transport menampilkan estimasi waktu kedatangan dan keberangkatan BRT. Bisa saja (traking), nanti terpantau di halte mana, dan pukul berapa berangkat.  Nah, informasi jadwal pesawat yang memang akan dikembangkan nanti, sekarang sedang dikondisikan dengan kereta api melalui (PT) Ralilink dengan PAP (Angkasa Pura 2)," tukasnya.
Top

Android

Web
Tutup