Brigade 1016, Siap Menjaga Taman Kota

Selasa, 14 Maret 2017
Masyarakat kini tak perlu lagi  khawatir mengunjungi  Taman di Kota Tangerang. Brigade 1016 siap menjaga keamanan dan ketertiban taman demi kenyamanan pengunjung. Pasukan tersebut merupakan wujud penegakan Peraturan Walikota Nomor 10 / 2016 tentang Pertamanan.
 
 
Pasukan penjaga taman ini sehari-harinya bertugas menjaga 22 taman Kota. Mereka bertugas menjaga ketertiban, keamanan sekaligus kebersihan taman. Hingga kini tercatat 15 personel Brigade 1016 bergantian menjaga taman-taman kota. Meski jumlah mereka tak sebanding dengan jumlah taman, yakni 15, mereka setia menjalankan fungsinya.
 
 
Junaedi misalnya, petugas asal Cikokol ini menuturkan, sebelum dibentuk Brigade 1016, fasilitas taman kerap disalahgunakan oleh sejumlah orang untuk aktifitas yang dilarang. Dia menyebut, misalnya anak sekolah yang membolos pada jam pelajaran. Kini anak-anak tersebut tidak bisa seenaknya berada di taman tanpa keperluan yang jelas.
 
 
"Alhamdulilah dengan adanya Brigade 1016 ini hal negatif berkurang, karena kita monitoring setiap hari. Siswa dilarang dari pukul 07.00 sampai 16.00 WIB ada di area taman, kalau ada tugas harus ada pembimbing, atau surat atau izin jangan sampai menyalahi aturan." kata Junaedi.
 
 
Junaedi juga bertugas menjaga fasilitas taman agar teteap digunakan seseuai porsinya. Pernah suatu saat dia mendapati Taman Bambu digunakan untuk bermain papan skate. Melihat hal itu dia tidak tinggal diam, dia larang karena tidak seseuai dengan peruntukannya. Meski kerap mendapaat cemoohan karena sikapnya, namun itu tidak menyurutkan semangat kerjanya.
 
 
Menurutnya, kenyamanan di taman merupakan tanggungjawab bersama. Penggunaan fasilitas yang tidak sesuai dengan fungsinya akan mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Penegakan ketertiban mesti dirutinkan agar pengunjung sadar. Pasukan brigade dibekali keahlian khusus untuk memberikan himbauan secara persuasif agar masyarakat patuh. "Jadi setiap pelanggar juga bosen dengan sendirinya ketemu kita mulu," imbuhnya.
 
 
Dia mengatakan, pengunjung taman berasal dari berbagai wilayah, bukan hanya dari Kota Tangerang. oleh karena itu, pihaknya harus bekerja ekstra keras untuk melakukan penertiban. Jumlah personel yang tidak sepadan dengan jumlah taman memang kerap merepotkan. Junaedi misalnya, dia bertugas menjaga 3 taman dalam sekali penugasan. Hal ini dinilai kurang efektif.
 
 
Karena beban tanggungjawab tersebut, sebagian masyarakat mungkin kerap mendapati taman tidak dijaga oleh petugas. Padahal sebenarnya bertugas sedang berkeliling ke taman lain yang menjadi tanggungjawabnya. Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi pada Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang, Tihar Sophian mengakui jika pihaknya terkendala dalam SDM.
 
 
“Bisa dibayangkan 15 personel bertugas untuk menjaga dan mengawasi 22 taman, dan ini pun dibagi dalam 2 shift,” kata Tihar seraya menerangkan jika 1 shift terdiri dari 7 orang. Kedepannya kata Tihar, pihaknya sudah melakukan evaluasi bakal menambah jumlah personel yang bertugas untuk menjaga dan mengawasi taman. 
Top

Android

Web
Tutup